Bismillahirrahmanirrahiim…
Segala puji bagi Allah yang
selalu melimpahkan rahmatNya kepada hamba :’)
Hari ini tepatnya Rabu, 9 Januari
2013 tak terasa sudah 3 hari sekolah setelah 3 bulan melaksanakan prakerin di
Kantor Akuntan Publik Roebiandini dan alhamdulillah mendapat hasil yang baik
atas kerja keras selama disana. Kini aku pun kembali menjalani aktivitas ku
seperti biasa yaitu sekolah dan menuntut ilmu dengan baik di SMKN 1 Bandung.
Akan tetapi, pada 7 Januari 2013
bertepatan dengan kembalinya aku ke sekolah entah kenapa aku kurang fokus saat
belajar, pikiranku terpecah belah antara ujian-ujian yang akan aku tempuh nanti
dan seketika itu pula ingatan ku kembali pada ‘masa lalu’ yang sebenarnya tak
ingin aku ingat kembali.
Hidup ku sepertinya tidak ter-manage dengan baik dan itu menjadi
faktor yang membuat ku terlalu sering murung, sedih, bahkan mudah sakit hati.
Hal ini membuatku terganggu, tidak nyaman, bahkan membuat aku stress dan
depresi. Padahal aku tahu sebenarnya ini tak bagus untuk kesehatanku.
Aku sering baca-baca bahwa kalau
kita depresi ini akan berdampak buruk pada kesehatan kita dan itu memang benar
terjadi padaku dan puncaknya adalah hari ini aku merasa drop sekali walaupun ketika dikelas teman-teman pasti tidak akan
sadar bahwa aku sedang sakit, hanya teman sebangku saja yang tahu bahwa aku
sedang sakit tapi dia pun mungkin hanya berpikir “tidak enak badan biasa” tapi
sebenarnya saat itu aku bukan hanya sakit badan saja melainkan hati ini yang
terlalu ‘abstrak’ untuk dijelaskan (hmm ini kesannya mellow banget yaa? Biarin
deh hehe) ya sekali lagi aku tekankan mereka tidak sadar bahwa aku sedang
‘sakit’. Teman-teman melihatku biasa saja dan seperti tidak terjadi apa-apa,
entah mereka yang kurang peka terhadap apa yang aku rasakan atau mungkin aku
yang terlalu baik berakting dihadapan mereka seolah-olah tidak ada hal buruk terjadi
padaku.
Ya inilah aku yang tak biasa
menceritakan masalahnya pada orang-orang bahkan orang yang terdekat sekalipun. Curhat
ke Ibu pun aku jarang. Aku susah harus bercerita seperti apa, bagaimana, dan
darimana dimulainya. Permasalahan ku terlalu panjang dan berlarut-larut.
Sempat terpikir ingiiiiiiiin
sekali rasanya bisa curhat, seperti teman-teman yang suka menceritakan
masalahnya kepada ku, dan ibu pun sering menceritakan masalahnya pada ku. Bahkan
aku juga sempat jadi pikiran karena sering tidak bisa memberikan solusi
terhadap masalahnya dan saat itu yang ku lakukan hanya berdoa diberikan jalan
yang terbaik untuknya (itupun hanya dalam hati) tak bisa aku utarakan kepada
mereka, aku hanya bisa men-support lewat doa
Hmm..
Apa daya kalau emang gak bisa ya
mau digimanain lagi? (Bukan gak bisa tapi sulit) :’)
Mungkin kalian bertanya-tanya
“emang ada apa sih dengan kamu yang dulu? Perasaan baik-baik aja”
Bosen ya liat artikel ini? Udah
deh jangan dilanjut, yang ada makin garing
nanti, udah di-close aja yaa?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar