Selasa, 07 Mei 2013

The First Time for Blood Donation

Alhamdulillah luar biasa!



Selasa, 7 Mei 2013 merupakan hari dan juga tanggal yang takkan pernah aku lupakan. Ya karena ini adalah kali pertama aku menjadi seorang pendonor darah. Setelah dua kali ditolak sebagai pendonor tapi kali ketiga aku berhasil. Penolakkan pertama karena saat itu berat badan tidak mencukupi dan juga umur belum genap 17 tahun. Dan yang kedua, ketika aku telah berumur 17 tahun lebih sebulan dan semua tes kesehatan, berat badan, riwayat sakit, tensi pun lulus terlewati, tapi tenyata saat pemeriksaan hemoglobin dibawah KKM dan harus remedial (Kaya mata pelajaran sekolah aja hehe)

Kurang lebih pada pukul sepuluh tadi pagi, Aku dan Nissa pergi ke PMI berharap diterima untuk menjadi seorang pendonor baru. Saat perjalanan menuju PMI kami merasa sedikit deg-degan dan juga senang tentunya, berharap saat pemeriksaan nanti kita semua lulus seleksi untuk bisa ketahap selanjutnya yaitu duduk dan berbaring ditempat para pendonor.

Kami pun tiba di PMI, entah kenapa saat itu aku merasa deg-degan dan rasa takut pun menyelimuti, bukan takut karena nanti disuntik atau pun darah keluar dari tubuh, melainkan karena takut ditolak menjadi pendonor lagi, rasanya sedih sekali jika harus ditolak kembali, rasanya bumi ini mau hancur (ciyeeilah hiperbola banget).

Aku dan Nissa pun masuk ke tempat Pelayanan Donor Darah, kami pun mengisi formulir pendaftaran untuk menjadi seorang pendonor. Saat itu aku merasa tenang, karena aku yakin tahap pertama yaitu pengisian formulir dan menimbang berat badan, aku pasti lolos, karena kemarin aku sudah menimbang berat badanku yaitu 48kg, eeeh tapi ternyata saat aku periksa di PMI berat badanku pas sekali 47kg, nyaris sekali aku tidak lolos, untung saja batas minimalnya 47kg. Huh nyaris! -_-"

Selanjutnya tahap kedua, yaitu pemeriksaan kesehatan dan tensi, saat itu pun yakin aku pasti lolos seleksi tahap ini, karena kemarin pun aku telah memeriksakan tensiku di UKS Sekolah hehe (sudah persiapan). Dokter pun menanyakan riwayat kesehatanku, bersamaan dengan tensi. Sudah ketebak seleksi tahap ini pasti lolos kok haha *belagu* ^,^v

Nah selanjutnya tahap terakhir nih, yang menurutku paling menentukan, memeriksakan golongan darah dan juga hemoglobin (hb), dijamin kalau golongan darah aku Z pasti gak lolos (emang ada?), dan untungnya golongan darahku adalah A, jadi aku diperbolehkan untuk donor pastinya hehehe...

Beberapa detik kemudian aku menunggu untuk mendapatkan jawaban dari sang petugas donor, apakah Hb aku diatas rata-rata atau harus remedial ?

Dan ternyata jreng jreng jreng.... *suara drum*

Hb aku 13,1 itu artinya aku lolos, yeaaaaaah karena KKM untuk hb adalah 12,5 jadi aku dinyatakan layak untuk menjadi pendonor (gak remedial lagi) \(^^)/

Alhamdulillah, akhirnya setelah penantian 3 tahun lamanya aku bisa berbaring di tempat para pendonor :)
Hah 3 tahun? Lama banget ya?
Memang lama, karena aku telah berniat menjadi seorang pendonor sejak kelas 3 SMP, aku sangat terinspirasi oleh salah seorang guruku sewaktu SMP. Dia adalah guru matematika yang bisa dibilang guru yang sangat 'killer' pada saat itu. Dia bernama Pak Asep Tatang (hehe maaf ya pak). Dibalik sikap dia yang terkesan galak dan tegas, tapi menurutku beliau memiliki hati sangat baik dan pengasih. Mungkin kesan galak yang ia lakukan hanya untuk membuat kami para siswa untuk konsentrasi dan serius saat pelajaran. Nah balik lagi ke cerita, ya aku terinspirasi sekali oleh guruku yang satu ini, dia telah cukup lama menjadi pendonor aktif.

Saat di kelas (semasa SMP) beliau bercerita pada kami, ketika beliau beserta keluarganya sedang berada di mobil dan tengah ada di perjalanan untuk pergi ke suatu tempat, saat itu beliau dan keluarganya mengalami kecelakaan yang cukup dahsyat, mungkin jika dipikir-pikir dengan logika manusia, kejadian itu memungkinkan para penumpang yang ada di dalamnya tidak akan terselamatkan. Tapi Allah berkata lain, Pa Asep beserta keluarganya selamat dari kecelakaan itu.

Setelah kejadian tersebut, Pa Asep tentunya bersyukur kepada Allah karena bisa selamat dari kecelakaan maut itu, dan beliau pun mungkin masih heran kenapa ia bisa selamat. Tapi disetiap kejadian pasti ada hikmah yang dapat di ambil. Pa Asep berkata pada kami, Allah telah menolong Bapak dan keluarga, yang bisa jadi karena darah-darah yang pernah ia sumbangkan dari waktu ke waktu tersebut menjadi penolong saat ia berada dalam musibah (read: kecelakaan).

Dari kisah guruku tersebut, kita dapat mengambil hikmahnya bahwa ketika kita telah melakukan kebaikan/menolong orang diluar sana dengan menyelamatkan kehidupannya melalui sumbangan darah yang kita berikan, Allah pun tak sungkan melakukan hal yang sama kepada kita yaitu menyelamatkan kita dari suatu bahaya ataupun ujian hidup :')

Terimakasih untuk guruku yang telah mengajarkan arti pentingnya kehidupan, pentingnya berbagi, dan yang paling penting sedekah itu gak harus berupa uang atau yang bernilai materil, darah pun bisa menjadi sebuah sedekah yang tiada tara loh.
Kenapa?
Karena darah akan selalu mengalir disetiap para penerima darah itu.

Ibu pun bercerita padaku, ketika beliau melahirkanku, ia kehilangan banyak darah dan membutuhkan tiga kantong darah saat itu, bayangkan apa yang terjadi jika tidak ada pendonor ketika itu? Sungguh jasa seorang pendonor itu tak terbayarkan oleh uang atau apa pun itu. :')

Saat aku donor darah yang pertama kalinya ini, ada kepuasan batin tersendiri saat menyumbangkan darah.
Seorang dokter di PMI pun berkata "Jangan kapok ya untuk donor darah, karena gak ada pabrik yang bisa membuat darah, sedangkan di luar sana banyak yang membutuhkan darah kita" :')

Tersentuh aku mendengar kata-kata ini, donor darah ini bukan main-main loh, karena darah langsung berhubungan dengan nyawa dan kehidupan seseorang. Kita bisa hidup tanpa rambut dan gigi tapi kita tak bisa hidup tanpa DARAH.
Dan tau gak sih? di luar sana banyak loh penyandang cacat seperti tuna netra juga ikut serta menyumbangkan darah mereka. Masa kita yang diberi penglihatan gak mau donor darah? (Malu dong hehehe)

"Tak butuh waktu yang lama untuk donor darah, tapi bagi sahabat yang membutuhkan adalah hal yang berarti dan memberi kesempatan waktu yang lebih lama untuk kehidupannya"

Every Blood Donor is a HERO!

Ayo mau sampai kapan kalian yang sehat menyimpan darah kalian sendiri? Bagi-bagi dong pada yang membutuhkan jangan pelit hehehe ^.^v

Donor darah gak harus nunggu sukses dulu.
Donor darah gak harus orang yang memiliki harta melimpah.
Donor darah gak harus orang yang memiliki jabatan tinggi.
Jadi selama kita sehat, maka donor darahlah~

Rasulullah SAW pun berkata "Khairunnas anfa'uhum linnas"
Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain (HR Bukhari & Muslim)

Semoga artikel ini bermanfaat ya. Gak ada maksud untuk pamer karena saya sudah jadi pendonor, tapi hanya sekedar memotivasi kita semua untuk sedekah darah untuk sahabat-sahabat kita di luar sana *cmiiw* ^^

Sabtu, 16 Maret 2013

Awal Tangisan Bahagia


Bismillahirrahmanirrahiim~

Bandung, Sabtu 16 Maret 2013..

Pagi yang cukup cerah menemani rutinitas kami di sekolah..

Pintu masuk ruang ujian :O


Hmmm.. tepat sudah 3 minggu yang lalu pada 23 Februari kami menjalani Uji Kompetensi Akuntansi di SMKN 1 Bandung perasaan kami saat itu bercampur-aduk menjadi satu menghadapi ujian yang satu ini, takut salah jurnal-lah, takut ga balance-lah, takut adjustment salah, siklus berantakan dan blablablaaa -_-“ semua rasa takut terlintas dibenak kami. Beberapa menit sebelum ujian dimulai kami mencoba menenangkan diri dengan berdoa bersama dan tak lupa kami lantunkan pula asmaul husna.

Pintu ruang ujian pun resmi dibuka oleh pengawas ujian sebagai tanda dimulainya ujikom, 3 sesi ujian pun terlewati dalam seharian penuh dikursi panas. Lega rasanya ujikom terlewati, ya lega? Tapi tak sepenuhnya lega karena kami masih menantikan hasil yang akan kami peroleh nanti, berapakah nilai yang akan diperoleh? 80, 90, 100? Atau bakalan remedial? Aduuuuh lagi-lagi rasa cemas menyergap :O

Dan hari ini pun tiba, hari dimana hasil ujikom yang telah kami laksanakan tiga minggu yang lalu terpampang nyata di papan pengumuman. Dan seketika itu pula ucapan syukur, teriakan, dan segala rasa kami tumpahkan menjadi sebuah tangisan bahagia, guru pengajar pun tak luput dari tangisan bahagia merasakan murid-muridnya LULUS UJIKOM!!

Subhanallah, kelas kami yang paling heboh dengan hasil yang tidak disangka-sangka ini, ya kelas XIIAK3 lulus 100% tidak ada yang remedial dengan rata-rata diatas sembilan koma, good job accthrees!!! Dan kelas kami memiliki the winner yang mendapat nilai sempurna 100 yaitu Munaisah wooow congrats for you!

Ya kami sungguh tidak menyangka dengan hasil yang memuaskan ini, karena pada saat tryout sebelumnya kami mendapatkan nilai yang bisa dibilang cukup hancur, dan guru-guru pun seperti memojokkan kami akan hasil itu, guru-guru menjadi lebih sering memberikan kami wejangan. Tapi itu semua tidak membuat kami patah semangat. Kami jadikan ini sebagai pemacu.

Beberapa hari sebelum ujikom, kami semakin giat belajar bersama, dan untuk yang sudah menguasai materi membantu yang kurang bisa, pokoknya kami tidak ingin ada lagi yang namanya kesenjangan nilai, sesekali guru pun masuk di luar pelajaran untuk mengulang materi, kami tidak ingin hasil yang sama terulang kembali. Terbukti doa dan kerja keras kami yang telah dilakukan tidak sia-sia, ya Manjaddawajjaddaa (barang siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil).

Hmmm tak terbendung rasa senang kami hingga menjadi AWAL TANGISAN BAHAGIA, hah awal ? ya awal karena didepan sana masih banyak ujian yang akan kami hadapi. Ujian praktek pun beberapa hari yang lalu kami lewati, tinggal UAS dan Ujian Nasional yang akan kami tempuh untuk menuju gerbang KELULUSAN :’)



Semoga tangisan kebahagiaan ini bukan menjadi akhir tangisan bahagia, melainkan AWAL TANGISAN BAHAGIA menuju tangisan-tangisan kebahagiaan yang lain. Aamiin ^^

Wassalam~

Minggu, 13 Januari 2013

Rasa yang Abstrak (Part 2)


Kawan aku kembali lagi dengan ceritaku :)
Mulai yaaa..

Bismillahirrahmanirrahiim..

Kalian masih baca lanjutannya? Seperti yang aku bilang sebelumnya udah di-close aja ya nanti bosen loooh hehe :D

Hmm tapi yaudah deh kalau kalian ingin 'kepo-in' aku, aku lanjut yaaa ^^

Oiya mungkin sebagian reader pasti penasaran, tentang apa masalahku, ko bisa-bisanya aku sampai depressed alias galau tingkat ubun-ubun (lebaaaay)

Dan ini jawabannya...

Dari awalkan aku sudah bilang aku bukan tipe orang yang biasa untuk curhat kesana-kesini, jadi jawabannya ya "cukup aku dan Allah yang tahu" (yaaaah para reader kecewa) -___-"

(Terus ngapain dong kamu nge-post ini?)

Sebenernya tujuan saya membuat artikel ini hanya ingin sharing saja, dan buat reader yang mungkin suka curhat dan terbuka dengan siapa saja pasti bertanya-tanya, "emang gak enek punya masalah dipendem sendiri? Kalau aku jadi kamu ga akan kuat deh terus-terusan diam dan gak cerita" 

Hmm.. Kalian salah, aku punya ko teman curhat yang paling baik yang selalu ada yaitu Allah Swt :')

Ya hanya kepada Allah aku bisa curhat dan meluapkan segalanya..
Seperti lagu N'fe yang berjudul Aku Takkan Curhat pada Bintang yang liriknya

Aku berdiri
Pandangi kerlip bintang
Bintang tersenyum
Seolah tahu gundahku

Bintang berkerlip
Tampak aura bijaknya
Yakinkan aku
Kubisa curhat padanya

Bintang menanti
Lisanku terurai
Berkeluh kesah
Luapkan beban padanya

Maaf bintang
Walau terasa berat hidupku
Takkan kubagi itu padamu

Sori bintang,
Meski meleleh air mata
Aku takkan curhat padamu

Karena aku punya partner yang lebih baik
Dia setia mendengarku
Memberi ilham di setiap ruang hatiku
Dan itu bukan kamu

Karena Dia menuntunku hadapi tantangan
Tak sekedar mendengar semata
Dan itu bukan kamu, tapi penciptamu penciptaku

Allahu Robbi"

Dan seperti lirik lagu diatas aku takkan curhat pada bintang atau siapapun karena aku punya partner yang paling baik yaitu Allah :))

Terus cara kamu bisa menyelesaikan masalah kamu caranya gimana dong?

Tenang Allah akan memberikan solusi bagi hamba-hambaNya yang meminta padaNya, percaya deh :D

Dan satu lagi, buat reader yang memang gak biasa curhat kaya aku ini, mending kalian coba deh membuat segala masalah itu menjadi salah satu bagian positif dalam diri kalian misalnya dengan menuangkan masalah kamu melalui tulisan-tulisan seperti menulis dibuku diary, ini juga bagus untuk melatih kemampuan kamu dalam menulis dan mengarang.

Nah, hanya itu aja yang bisa aku bagi untuk para reader and blogger semoga bermanfaat ya, dan ingat jika kalian punya masalah jangan lupakan Penciptamu tapi luapkanlah segalanya pada Allah semata, insyaAllah Dia akan membantu dan menuntun mu menghadapi semua ujian itu, percaya dan yakinlah kawan :)

Hamasah!

Rabu, 09 Januari 2013

Rasa yang Abstrak (Part 1)


Bismillahirrahmanirrahiim…

Segala puji bagi Allah yang selalu melimpahkan rahmatNya kepada hamba :’)

Hari ini tepatnya Rabu, 9 Januari 2013 tak terasa sudah 3 hari sekolah setelah 3 bulan melaksanakan prakerin di Kantor Akuntan Publik Roebiandini dan alhamdulillah mendapat hasil yang baik atas kerja keras selama disana. Kini aku pun kembali menjalani aktivitas ku seperti biasa yaitu sekolah dan menuntut ilmu dengan baik di SMKN 1 Bandung.

Akan tetapi, pada 7 Januari 2013 bertepatan dengan kembalinya aku ke sekolah entah kenapa aku kurang fokus saat belajar, pikiranku terpecah belah antara ujian-ujian yang akan aku tempuh nanti dan seketika itu pula ingatan ku kembali pada ‘masa lalu’ yang sebenarnya tak ingin aku ingat kembali.

Hidup ku sepertinya tidak ter-manage dengan baik dan itu menjadi faktor yang membuat ku terlalu sering murung, sedih, bahkan mudah sakit hati. Hal ini membuatku terganggu, tidak nyaman, bahkan membuat aku stress dan depresi. Padahal aku tahu sebenarnya ini tak bagus untuk kesehatanku.

Aku sering baca-baca bahwa kalau kita depresi ini akan berdampak buruk pada kesehatan kita dan itu memang benar terjadi padaku dan puncaknya adalah hari ini aku merasa drop sekali walaupun ketika dikelas teman-teman pasti tidak akan sadar bahwa aku sedang sakit, hanya teman sebangku saja yang tahu bahwa aku sedang sakit tapi dia pun mungkin hanya berpikir “tidak enak badan biasa” tapi sebenarnya saat itu aku bukan hanya sakit badan saja melainkan hati ini yang terlalu ‘abstrak’ untuk dijelaskan (hmm ini kesannya mellow banget yaa? Biarin deh hehe) ya sekali lagi aku tekankan mereka tidak sadar bahwa aku sedang ‘sakit’. Teman-teman melihatku biasa saja dan seperti tidak terjadi apa-apa, entah mereka yang kurang peka terhadap apa yang aku rasakan atau mungkin aku yang terlalu baik berakting dihadapan mereka seolah-olah tidak ada hal buruk terjadi padaku.

Ya inilah aku yang tak biasa menceritakan masalahnya pada orang-orang bahkan orang yang terdekat sekalipun. Curhat ke Ibu pun aku jarang. Aku susah harus bercerita seperti apa, bagaimana, dan darimana dimulainya. Permasalahan ku terlalu panjang dan berlarut-larut.

Sempat terpikir ingiiiiiiiin sekali rasanya bisa curhat, seperti teman-teman yang suka menceritakan masalahnya kepada ku, dan ibu pun sering menceritakan masalahnya pada ku. Bahkan aku juga sempat jadi pikiran karena sering tidak bisa memberikan solusi terhadap masalahnya dan saat itu yang ku lakukan hanya berdoa diberikan jalan yang terbaik untuknya (itupun hanya dalam hati) tak bisa aku utarakan kepada mereka, aku hanya bisa men-support lewat doa

Hmm..
Apa daya kalau emang gak bisa ya mau digimanain lagi? (Bukan gak bisa tapi sulit) :’)
Mungkin kalian bertanya-tanya “emang ada apa sih dengan kamu yang dulu? Perasaan baik-baik aja”



Bosen ya liat artikel ini? Udah deh jangan dilanjut, yang ada makin garing nanti, udah di-close aja yaa?

Jumat, 04 Januari 2013

Success? Great Attitude Is A Must!

Billy Boen, sosok pencetus Young On Top, berbagi tips bagi generasi muda yang ingin sukses dalam dunia kerja.

Billy pernah menjabat sebagai General Manager (GM) Oakley Indonesia di umur 26 tahun dan dinobatkan sebagai GM termuda yang sejajar dengan Managing Director atau President Director. Dari sana ia belajar, bahwa tidak perlu menunggu tua untuk bisa berada 'di atas' tangga karir. Kunci sukses, menurut Billy Boen, yakni ketika great attitude dapat sejalan dengan work hard. Selain itu, satu lagi yang terpenting adalah punya banyak teman.


Adapun rumus kesuksesan dari Billy Boen, yaitu :

Success = Great Attitude + Work Hard


Apa saja sih great attitude versi Billy Boen? Ini dia :

-Respect / Menghargai
-Honesty / Kejujuran
-Open Minded / pemikiran yang terbuka
-Integritas
-Humble / rendah hati
-Learn / Belajar
-Share / Berbagi
-Care / Peduli


Sedangkan work hard versi Billy Boen :

-Pasang target
-Jangan nunggu
-Make it happen!
-Just perform
-Do it more


Ketika kamu memiliki poin-poin great attitude, secara otomatis kamu akan menjadi sosok pribadi yang menyenangkan dan memiliki banyak teman atau koneksi yang dapat membantu kamu ke depannya. Setelah memiliki banyak teman dan great attitude, tambahkan work hard atau kerja keras. Jangan mudah menyerah karena buah kesuksesan pasti akan kamu petik sooner or later! Selamat mencoba.

Copy from : Campuslifemagz 

Senin, 03 Desember 2012

Sahabat ?

Bismillahirahmanirrahiim..

Berhubung sekarang aku lagi prakerin disebuah kantor akuntan publik dan kerjaan pun udah ga terlalu numpuk jadi untuk mengisi waktu luang aku buat postingan tentang sahabat, selamat membaca :)

Hmm.. bicara tentang sahabat itu emang ga akan pernah ada habisnya, ya mulai dari kita ada di dalam rahim seorang ibu pun kita sudah memiliki makhluk yang bernama sahabat, siapa lagi kalau bukan malaikat yang selalu menemani kita. Begitupun saat kita duduk di bangku SD, SMP, dan SMA. 
Parangtritis Beach :')
Masih ingatkah kalian kenangan-kenangan bersama sahabat? Ya aku masih ingat itu, mungkin jika waktu bisa diputar, aku ingin kembali ke masa-masa indah bersama mereka, dan mengubah kenangan yang buruk menjadi lebih indah, tapi itu tak akan mungkin yaa waktu telah berganti dan berlalu. 

Aku sangat bersyukur sekali punya sahabat yang membuat aku mengerti akan hidup ini, mereka terlalu baik untukku, terkadang aku sering merenung menyesali kesalahan yang dulu pernah ku buat, ya kesalahan bodoh yang pernah ku lakukan yang disebabkan karena ego.
Tapi ternyata itu tak menyurutkan ikatan persahabatan kita, hari demi hari berganti semuanya telah menjadi masa lalu dan mereka membuatku mengerti akan kedewasaan dalam berpikir dan bertindak, dan semenjak tragedi itu aku lebih mengetahui makna dibalik semua semua kisah yang pernah ku alami.

“Friends are angels who lift our feet when our own wings have trouble remembering how to fly.”

Terima kasih sahabat kau telah mengajarkan ku arti dari hidup ini, dan satu hal yang harus kalian ketahui aku menyayangi kalian karena Allah. 
Aku tahu walau raga ini tak selamanya bersama tapi percayalah doaku akan selalu ada untukmu..


You are one of the best things that's ever happened to me. You're my love and my best friend. And every day that goes by, it seems like I discover something new about you to love. It's incredible to me how one person can make such a big difference in my life. You touch my heart in a way I never knew before. I discover something new about you to love. It's incredible to me how one person can make such a big difference in my life.


Jumat, 26 Oktober 2012

Masih Pacaran??? Udah Putusin Aja... ^_^


Remaja, masa dimana bermekaran semua | tidak hanya cita ataupun rasa, tapi juga mulai dihampiri cinta

Awalnya dekat itu biasa, namun kala remaja berubah jadi getar asmara | segala terasa indah, setiap hari jadi berwarna

Salahkah cinta sebabkan rasa pada manusia? | tidak pernah sayang, tidak pernah Allah karuniakan selaksa cinta untuk menyiksa

Allah turunkan cinta bagi manusia sebagai tanda | bahwa kita bisa berkeluarga, mampu lanjutkan keturunan dalam satu bahtera asa

Maka tak ada yang salah dengan cinta | masalahnya adalah bagaimana kita menyalurkan cinta dlm bentuk pergaulan, khususnya remaja

Islam mengatur agar tak salah jalan | arahkan manusia yg telah memiliki cinta untuk dikukuhkan dalam ikatan pernikahan

Pernikahan membuat segala bentuk cinta menjadi halal berpahala dan penuh kenikmatan | sebagai hadiah Allah buat insan

Namun sebelum pernikahan, semua bentuk cinta dihijab larangan | karena Allah tau yg terbaik bagi manusia yg Dia ciptakan

Lalu bagaimana dengan remaja? | apakah yg harus dilakukan dengan cinta yang belum seharusnya? karena terhalang sekolah dan cita-cita?

Bagi mereka Islam perintahkan berpuasa | jauhkan diri dari rangsangan fisik semacam memandang, mendekat atau berkhalwat ria

Rasul lisankan, "berdua-duaan dengan wanita tanpa disertai oleh mahram si wanita, yg ketiganya adalah setan” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari sini kita dapatkan hukum berpacaran | bahwa ia adalah interaksi yg dilarang dalam Islam secara mutlak

Tapi anak muda memang selalu biasa cari alasan | lupa bawa pembenaran itu beda tipis dengan kebenaran

Pacaran itu penambah semangat belajar | "oh, teori, yg terjadi kebanyakan sebaliknya kawan, lagipula bukankah harusnya lillahi ta'ala?"

Pacaran itu sebuah nada cinta, bukankah Allah Maha Cinta? | "betul, makanya Allah perintahkan nikah, bukan pacaran"

Pacaran itu penjajakan pra-nikah | "itulah lelaki yg miskin tanggung jawab, 'penjajakan' dahulu, bukan komitmen akad nikah dahulu"

Pacaran supaya tak beli kucing dalam karung | "banyak yg pacaran lama nikah sejenak saja, dan saya tak pacaran alhamdulillah langgeng"

Pacaran itu bikin hidup lebih hidup | "iyakah? bukankah dominasi penggalau yg tewas bunuh diri karena berpacaran?"

Pacaran itu bukan apa-apa kok, kita have some fun aja | "nah akhirnya, inilah perkataan paling jujur tentang pacaran"

Saya pacaran untuk ajarkan Islam pada pacar | "Islamnya belum tentu sampai, maksiatnya sudah pasti, niat baik harus dikawani cara baik"

Saya nggak lakukan apapun, tak pegangan tangan, tiada interaksi fisik | "sekalian sempurnakan tak usah pacaran lebih ok"

Kaum lelaki, coba pikirkan, bila anda benar sayang padanya, tentu tak ingin kulitnya disentuh api neraka dengan maksiat pacaran bukan?

Kaum lelaki, coba pikirkan, andaikan anda benar sayang padanya, tentu tak akan korbankan masa depannya dengan maksiat pacaran bukan?

Kaum wanita, coba pikirkan, andaikan telah berani maksiat bahkan sebelum menikah, apa yang menjamin taatnya setelah menikah?

Kaum wanita, coba pikirkan, tidak inginkah anda menjadi yang pertama bagi suami nantinya? pertama disentuh tangannya, hatinya?

Bagi remaja, cukuplah interaksi lelaki-wanita saat syariat bolehkan, tegur sapa secukupnya, tiada lebih daripada itu

Bagi remaja, jadi bila memang cintamu karena Allah, maka engkau sanggup bertemu karena Allah, pula sanggup berpisah karena-Nya

Bagi remaja, bila belum sanggup menikah, maka cinta harus ditangguh | pacaran? udah putusin aja... :)

Source from : Felixsiauw on Twitter