Alhamdulillah luar biasa!
Selasa, 7 Mei 2013 merupakan hari dan juga tanggal yang takkan pernah aku lupakan. Ya karena ini adalah kali pertama aku menjadi seorang pendonor darah. Setelah dua kali ditolak sebagai pendonor tapi kali ketiga aku berhasil. Penolakkan pertama karena saat itu berat badan tidak mencukupi dan juga umur belum genap 17 tahun. Dan yang kedua, ketika aku telah berumur 17 tahun lebih sebulan dan semua tes kesehatan, berat badan, riwayat sakit, tensi pun lulus terlewati, tapi tenyata saat pemeriksaan hemoglobin dibawah KKM dan harus remedial (Kaya mata pelajaran sekolah aja hehe)
Kurang lebih pada pukul sepuluh tadi pagi, Aku dan Nissa pergi ke PMI berharap diterima untuk menjadi seorang pendonor baru. Saat perjalanan menuju PMI kami merasa sedikit deg-degan dan juga senang tentunya, berharap saat pemeriksaan nanti kita semua lulus seleksi untuk bisa ketahap selanjutnya yaitu duduk dan berbaring ditempat para pendonor.
Kami pun tiba di PMI, entah kenapa saat itu aku merasa deg-degan dan rasa takut pun menyelimuti, bukan takut karena nanti disuntik atau pun darah keluar dari tubuh, melainkan karena takut ditolak menjadi pendonor lagi, rasanya sedih sekali jika harus ditolak kembali, rasanya bumi ini mau hancur (ciyeeilah hiperbola banget).
Aku dan Nissa pun masuk ke tempat Pelayanan Donor Darah, kami pun mengisi formulir pendaftaran untuk menjadi seorang pendonor. Saat itu aku merasa tenang, karena aku yakin tahap pertama yaitu pengisian formulir dan menimbang berat badan, aku pasti lolos, karena kemarin aku sudah menimbang berat badanku yaitu 48kg, eeeh tapi ternyata saat aku periksa di PMI berat badanku pas sekali 47kg, nyaris sekali aku tidak lolos, untung saja batas minimalnya 47kg. Huh nyaris! -_-"
Selanjutnya tahap kedua, yaitu pemeriksaan kesehatan dan tensi, saat itu pun yakin aku pasti lolos seleksi tahap ini, karena kemarin pun aku telah memeriksakan tensiku di UKS Sekolah hehe (sudah persiapan). Dokter pun menanyakan riwayat kesehatanku, bersamaan dengan tensi. Sudah ketebak seleksi tahap ini pasti lolos kok haha *belagu* ^,^v
Nah selanjutnya tahap terakhir nih, yang menurutku paling menentukan, memeriksakan golongan darah dan juga hemoglobin (hb), dijamin kalau golongan darah aku Z pasti gak lolos (emang ada?), dan untungnya golongan darahku adalah A, jadi aku diperbolehkan untuk donor pastinya hehehe...
Beberapa detik kemudian aku menunggu untuk mendapatkan jawaban dari sang petugas donor, apakah Hb aku diatas rata-rata atau harus remedial ?
Dan ternyata jreng jreng jreng.... *suara drum*
Hb aku 13,1 itu artinya aku lolos, yeaaaaaah karena KKM untuk hb adalah 12,5 jadi aku dinyatakan layak untuk menjadi pendonor (gak remedial lagi) \(^^)/
Alhamdulillah, akhirnya setelah penantian 3 tahun lamanya aku bisa berbaring di tempat para pendonor :)
Hah 3 tahun? Lama banget ya?
Memang lama, karena aku telah berniat menjadi seorang pendonor sejak kelas 3 SMP, aku sangat terinspirasi oleh salah seorang guruku sewaktu SMP. Dia adalah guru matematika yang bisa dibilang guru yang sangat 'killer' pada saat itu. Dia bernama Pak Asep Tatang (hehe maaf ya pak). Dibalik sikap dia yang terkesan galak dan tegas, tapi menurutku beliau memiliki hati sangat baik dan pengasih. Mungkin kesan galak yang ia lakukan hanya untuk membuat kami para siswa untuk konsentrasi dan serius saat pelajaran. Nah balik lagi ke cerita, ya aku terinspirasi sekali oleh guruku yang satu ini, dia telah cukup lama menjadi pendonor aktif.
Saat di kelas (semasa SMP) beliau bercerita pada kami, ketika beliau beserta keluarganya sedang berada di mobil dan tengah ada di perjalanan untuk pergi ke suatu tempat, saat itu beliau dan keluarganya mengalami kecelakaan yang cukup dahsyat, mungkin jika dipikir-pikir dengan logika manusia, kejadian itu memungkinkan para penumpang yang ada di dalamnya tidak akan terselamatkan. Tapi Allah berkata lain, Pa Asep beserta keluarganya selamat dari kecelakaan itu.
Setelah kejadian tersebut, Pa Asep tentunya bersyukur kepada Allah karena bisa selamat dari kecelakaan maut itu, dan beliau pun mungkin masih heran kenapa ia bisa selamat. Tapi disetiap kejadian pasti ada hikmah yang dapat di ambil. Pa Asep berkata pada kami, Allah telah menolong Bapak dan keluarga, yang bisa jadi karena darah-darah yang pernah ia sumbangkan dari waktu ke waktu tersebut menjadi penolong saat ia berada dalam musibah (read: kecelakaan).
Dari kisah guruku tersebut, kita dapat mengambil hikmahnya bahwa ketika kita telah melakukan kebaikan/menolong orang diluar sana dengan menyelamatkan kehidupannya melalui sumbangan darah yang kita berikan, Allah pun tak sungkan melakukan hal yang sama kepada kita yaitu menyelamatkan kita dari suatu bahaya ataupun ujian hidup :')
Terimakasih untuk guruku yang telah mengajarkan arti pentingnya kehidupan, pentingnya berbagi, dan yang paling penting sedekah itu gak harus berupa uang atau yang bernilai materil, darah pun bisa menjadi sebuah sedekah yang tiada tara loh.
Kenapa?
Karena darah akan selalu mengalir disetiap para penerima darah itu.
Ibu pun bercerita padaku, ketika beliau melahirkanku, ia kehilangan banyak darah dan membutuhkan tiga kantong darah saat itu, bayangkan apa yang terjadi jika tidak ada pendonor ketika itu? Sungguh jasa seorang pendonor itu tak terbayarkan oleh uang atau apa pun itu. :')
Saat aku donor darah yang pertama kalinya ini, ada kepuasan batin tersendiri saat menyumbangkan darah.
Seorang dokter di PMI pun berkata "Jangan kapok ya untuk donor darah, karena gak ada pabrik yang bisa membuat darah, sedangkan di luar sana banyak yang membutuhkan darah kita" :')
Tersentuh aku mendengar kata-kata ini, donor darah ini bukan main-main loh, karena darah langsung berhubungan dengan nyawa dan kehidupan seseorang. Kita bisa hidup tanpa rambut dan gigi tapi kita tak bisa hidup tanpa DARAH.
Dan tau gak sih? di luar sana banyak loh penyandang cacat seperti tuna netra juga ikut serta menyumbangkan darah mereka. Masa kita yang diberi penglihatan gak mau donor darah? (Malu dong hehehe)
"Tak butuh waktu yang lama untuk donor darah, tapi bagi sahabat yang membutuhkan adalah hal yang berarti dan memberi kesempatan waktu yang lebih lama untuk kehidupannya"
Every Blood Donor is a HERO!
Ayo mau sampai kapan kalian yang sehat menyimpan darah kalian sendiri? Bagi-bagi dong pada yang membutuhkan jangan pelit hehehe ^.^v
Donor darah gak harus nunggu sukses dulu.
Donor darah gak harus orang yang memiliki harta melimpah.
Donor darah gak harus orang yang memiliki jabatan tinggi.
Jadi selama kita sehat, maka donor darahlah~
Rasulullah SAW pun berkata "Khairunnas anfa'uhum linnas"
Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain (HR Bukhari & Muslim)
Semoga artikel ini bermanfaat ya. Gak ada maksud untuk pamer karena saya sudah jadi pendonor, tapi hanya sekedar memotivasi kita semua untuk sedekah darah untuk sahabat-sahabat kita di luar sana *cmiiw* ^^
Alhamdulillah, akhirnya setelah penantian 3 tahun lamanya aku bisa berbaring di tempat para pendonor :)
Hah 3 tahun? Lama banget ya?
Memang lama, karena aku telah berniat menjadi seorang pendonor sejak kelas 3 SMP, aku sangat terinspirasi oleh salah seorang guruku sewaktu SMP. Dia adalah guru matematika yang bisa dibilang guru yang sangat 'killer' pada saat itu. Dia bernama Pak Asep Tatang (hehe maaf ya pak). Dibalik sikap dia yang terkesan galak dan tegas, tapi menurutku beliau memiliki hati sangat baik dan pengasih. Mungkin kesan galak yang ia lakukan hanya untuk membuat kami para siswa untuk konsentrasi dan serius saat pelajaran. Nah balik lagi ke cerita, ya aku terinspirasi sekali oleh guruku yang satu ini, dia telah cukup lama menjadi pendonor aktif.
Saat di kelas (semasa SMP) beliau bercerita pada kami, ketika beliau beserta keluarganya sedang berada di mobil dan tengah ada di perjalanan untuk pergi ke suatu tempat, saat itu beliau dan keluarganya mengalami kecelakaan yang cukup dahsyat, mungkin jika dipikir-pikir dengan logika manusia, kejadian itu memungkinkan para penumpang yang ada di dalamnya tidak akan terselamatkan. Tapi Allah berkata lain, Pa Asep beserta keluarganya selamat dari kecelakaan itu.
Setelah kejadian tersebut, Pa Asep tentunya bersyukur kepada Allah karena bisa selamat dari kecelakaan maut itu, dan beliau pun mungkin masih heran kenapa ia bisa selamat. Tapi disetiap kejadian pasti ada hikmah yang dapat di ambil. Pa Asep berkata pada kami, Allah telah menolong Bapak dan keluarga, yang bisa jadi karena darah-darah yang pernah ia sumbangkan dari waktu ke waktu tersebut menjadi penolong saat ia berada dalam musibah (read: kecelakaan).
Dari kisah guruku tersebut, kita dapat mengambil hikmahnya bahwa ketika kita telah melakukan kebaikan/menolong orang diluar sana dengan menyelamatkan kehidupannya melalui sumbangan darah yang kita berikan, Allah pun tak sungkan melakukan hal yang sama kepada kita yaitu menyelamatkan kita dari suatu bahaya ataupun ujian hidup :')
Terimakasih untuk guruku yang telah mengajarkan arti pentingnya kehidupan, pentingnya berbagi, dan yang paling penting sedekah itu gak harus berupa uang atau yang bernilai materil, darah pun bisa menjadi sebuah sedekah yang tiada tara loh.
Kenapa?
Karena darah akan selalu mengalir disetiap para penerima darah itu.
Ibu pun bercerita padaku, ketika beliau melahirkanku, ia kehilangan banyak darah dan membutuhkan tiga kantong darah saat itu, bayangkan apa yang terjadi jika tidak ada pendonor ketika itu? Sungguh jasa seorang pendonor itu tak terbayarkan oleh uang atau apa pun itu. :')
Saat aku donor darah yang pertama kalinya ini, ada kepuasan batin tersendiri saat menyumbangkan darah.
Seorang dokter di PMI pun berkata "Jangan kapok ya untuk donor darah, karena gak ada pabrik yang bisa membuat darah, sedangkan di luar sana banyak yang membutuhkan darah kita" :')
Tersentuh aku mendengar kata-kata ini, donor darah ini bukan main-main loh, karena darah langsung berhubungan dengan nyawa dan kehidupan seseorang. Kita bisa hidup tanpa rambut dan gigi tapi kita tak bisa hidup tanpa DARAH.
Dan tau gak sih? di luar sana banyak loh penyandang cacat seperti tuna netra juga ikut serta menyumbangkan darah mereka. Masa kita yang diberi penglihatan gak mau donor darah? (Malu dong hehehe)
"Tak butuh waktu yang lama untuk donor darah, tapi bagi sahabat yang membutuhkan adalah hal yang berarti dan memberi kesempatan waktu yang lebih lama untuk kehidupannya"
Every Blood Donor is a HERO!
Ayo mau sampai kapan kalian yang sehat menyimpan darah kalian sendiri? Bagi-bagi dong pada yang membutuhkan jangan pelit hehehe ^.^v
Donor darah gak harus nunggu sukses dulu.
Donor darah gak harus orang yang memiliki harta melimpah.
Donor darah gak harus orang yang memiliki jabatan tinggi.
Jadi selama kita sehat, maka donor darahlah~
Rasulullah SAW pun berkata "Khairunnas anfa'uhum linnas"
Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain (HR Bukhari & Muslim)
Semoga artikel ini bermanfaat ya. Gak ada maksud untuk pamer karena saya sudah jadi pendonor, tapi hanya sekedar memotivasi kita semua untuk sedekah darah untuk sahabat-sahabat kita di luar sana *cmiiw* ^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar